Selasa, April 14, 2009

Aek Anyer beach!!!


5 April 2009.. tepatnya hari minggu dibulan April ini. Liburan yang tak direncanakan ini terjadi begitu saja tanpa ada persiapan. Yaa.. berbekal senyum ^_^ (hiiii... *dah lama ngga refresing)..

So, ikut2-an aja. Kebetulan yang ngajak keluarga Ta,, Q. Acara ultahnya Si dd cilik (Alluna Mukti)

Nah,, karna perginya ngga bareng nih. So, kita perginya pake motor. Sedangkan rombongan yang laen naik mobil... hiii..

Huuuuuuuuuhhh... perjalan yang harusnya ± 30 menit,, :-D jadi 2jam.. bener2 perjalanan yang apa ya (bikin takut, bingung, kecapean, tentunya bikin wajah ku jadi ngga karuan *glekxxx), tiga orang udah ditanya,, ehhh ngga tw2 nya muter2 disitu-situ aja..

Hiiii,, dasar pelupa ^_^...

Tapi menyenangkan juga,, coz banyak yang dilewati,, hutan, TI, perumahan warga yang mungkin jarang ditemui di Pk.Pinang, bahkan hampir ngga liet *membuat diriku menjadi lebih mensyukuri hidup ini. #Alhamdulillah wa Syukurillah..#

Hee... Saatnya ber-Happy2 ria.. hmmmmmm....... sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan..

Diliet dari situasi yang panas dan air yang lagi surat ngga mungkin banget kalo buat berenang,, hee ya ngga.. Nah,, ini nih jadinya, acara panggang kemplang.. jarang lho ad yang panggang kemlpang di pinggir pantai… tuit… tuittt


Seruuu uyyy…

Ups...!!! ternyata wajah ku ngga terlalu kucek jga tuh.. hiii.. masih bisa senyum..










Hooooo tentunya, ngga ketinggalan ada rujak buah jga nih...


Ooowww ada yang bawa gitar.. so, ada yang unjuk kebolehan siapa ya???

^_^… cool juga dirimu Ta Q.. heee,, masih semangat walopun udah ngobrak-abrik pesisir hutan n pantai.. zxzzzzzzz!!!

Uhhh sungguh liburan yang seru... n beraroma petualang..

Tentunya waktu pulang, ngga kesasar lagy.. ^_^


Berikut Ayat Al-Quran yang berhubungan dengan Alam…..


ANJURAN MEMPERHATIKAN ALAM SEMESTA

(88:17)Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,

(88:18)Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

(88:19)Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

(88:20)Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

(88:21)Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

(88:22)Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

(88:23)tetapi orang yang berpaling dan kafir,

(88:24)maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

(88:25)Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,

(88:26)kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.


setstats1

About Air Anyer Beach

Pantai Ini terletak di Desa Air Anyer, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Pantai ini berjarak ±15 km darl Kota Sungailiat arah ke Pangkalpinang. Di sini, sering diadakan Upacara Rebo Kasan sebagai ucapan syukur dan do'a kepada Tuhan YME sebelum pergi ke laut untuk mencari ikan. (sumber : http://students.ukdw.ac.id/~22023079/anyer.html)

Upacara Adat Rebo Kasan adalah salah satu ritual masyarakat Melayu pesisir pantai di Kabupaten Bangka yang akulturasi dari nilai-nilai religius, mitos, dan legenda nenek moyang. Inti Upacara Rebo Kasan adalah Ritual Tolak Bala (musibah) sekaligus harapan para nelayan agar hasil tangkapannya melimpah. Masyarakat percaya bahwa pada hari Rabu di akhir bulan Shafar, Tuhan menurunkan bencana sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebanyak 32.000 bencana baik besar maupun kecil. Sehingga pada hari itu, manusia dianjurkan untuk melakukan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pencabutan ketupat lepas, sebagai tanda sudah dicabutnya bencana yang akan menimpa masyarakat.

Prosesi ritual ini diawali dengan pencelupan air wafaq (air minum yang sudah diberi doa) oleh tokoh masyarakat sebagai simbol untuk menghalau bencana yang akan datang. Setelah itu doa tolak bala dikumandangkan, yang dilanjutkan dengan inti ritual yakni pencabutan ketupat lepas yang dibuat oleh orang tertentu. Ketupat yang digunakan terbuat dari anyaman daun kelapa yang menyisakan dua ujung daun untuk dicabut sampai lepas, sehingga dua helai daun kelapa kembali seperti sebelum dianyam. Bentuk ketupat ini berbeda dengan ketupat biasa. Bila ketupat biasa berbentuk bulat, ketupat lepas berbentuk panjang. Acara ritual diakhiri dengan makan bersama di dalam masjid dari dulang (seperti nampan atau baki) yang dibawa oleh masing-masing warga. Dulang itu berisi: ketupat lengkap dengan lauk pauknya, lepet, dan buah-buahan.

Seiring perkembangan zaman, proses upacara ini mengalami perubahan dalam pelaksanaannya. Pada awalnya, dua helai daun kelapa yang dicabut dari ketupat itu dihanyutkan ke laut yang bermakna bahwa bencana yang disimbolkan dengan dua helai daun kelapa telah dibuang ke laut. Sekarang, pencabutan tersebut sudah menandakan tercabutnya bencana dari kehidupan masyarakat. Jika dulu, Ritual Rebo Kasan dilakukan di Pantai Batu Karang Mas (sekitar 1 km dari Desa Air Anyer), sekarang semua prosesi ritual dilakukan dan dipusatkan di Masjid Desa Air Anyer. Dalam proses ritual masih dibacakan mantra-mantra dan dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa Islam.

Keistimewaan

Keunikan upacara ini adalah peserta ritualnya yang semuanya menggunakan jubah putih, kecuali tokoh agama (Islam) yang menggunakan jubah putih dan surban, dan aparat pemerintah yang menggunakan seragam dinas. (Sumber : http://www.wisatamelayu.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar